Hunting Info Pelatihan ke No HP: 085640-750440
  • Right Team Right Work

    Kerja tim membutuhkan sekumpulan SDM unggul yang diorganisir secara tepat untuk menghasilkan kerja yang unggul.

    Selengkapnya
  • War Game Paintball

    Keberanian dan kepercayaan diri mengambil resiko setiap tindakan, bertahan, dan fighting hingga meraih kesuksesan.

    Selengkapnya
  • Motivation Sesion

    Kerja-kerja besar membutuhkan dorongan yang kuat untuk menciptakan belief akan keberhasilan dari kerja tersebut.

    Selengkapnya
  • Bulding Strong Commitment

    Impian yang terhimpun dan terikat pada sebuah tulisan akan lebih meninggalkan kesan positif untuk terus diwujudkan dalam kenyataan.

    Selengkapnya
  • Reborn The Capacity

    Tantangan yang berbeda setiap zaman membutuhkan SDM yang mau dan mampu terus belajar, memecahkan masalah, menemukan terobosan baru.

    Selengkapnya
  • Fun Training Fun Learning

    Emosi yang kuat akan lebih memberikan dampak yang kuat pula menerima wawasan, pencerahan, serta cara-cara baru dalam bekerja.

    Selengkapnya

Keajaiban Memulai Dari Hal-Hal Kecil

Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. -  “Sukses adalah akumulasi dari usaha-usaha kecil, yang dilakukan secara berulang-ulang.”
- Robert Collier -

Apakah anda memiliki target-target penting yang ingin anda capai dalam hidup anda dimana untuk memulainya saja anda sangat bersusah payah? Atau target-target yang sudah anda coba beberapa kali untuk meraihnya namun selalu saja gagal. Sampai-sampai anda berpikir, ada area-area dalam hidup anda yang anda sepertinya tak bisa sukses.

Anda mungkin sukses besar dalam karir, namun anda kesulitan untuk bisa berolahraga teratur minimal seminggu dua kali. Atau anda mendapatkan kelancaran membuka sebuah usaha tahun ini namun program diet anda selalu saja gagal.

Masalahnya mungkin saja anda mencoba untuk berubah terlalu cepat atau terlalu berlebihan. Saya disini akan mencoba berbagi pengalaman bagaimana melakukan suatu perubahan yang permanen. Proses ini jelas memerlukan waktu. Saya tidak bisa memberikan cara bagaimana melakukan perubahan dalam ‘semalam’ karena saya belum pernah melakukannya dan saya pikir hal itu tidak mungkin.

Biasanya orang-orang memiliki komitmen di setiap akhir tahun untuk melakukan perubahan-perubahan di tahun yang baru. Jika anda seperti kebanyakan orang ingin melakukan perubahan-perubahan tersebut dalam sekejap, besar kemungkinan anda akan gagal.

Sumber : http://www.akuinginsukses.com/

4 Lilin

Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. - Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Sumber : http://www.emotivasi.com/

Menghindarkan Diri dari Terjerumus Fundamentalisme dan Terorisme


Menghindarkan Diri dari Terjerumus Fundamentalisme dan Terorisme
 
Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. -  Pada artikel sebelumnya yang berjudul Terorisme, Fundamentalisme, dan Ketidakpastian Hidup, telah penulis jelaskan bahwa terorisme dan fundamentalisme muncul sebagai akibat dari kegagalan mencari jalan keluar ketidakpastian hidup. Terorisme dan fundamentalisme merupakan wujud dari kecemasan dan ketakutan terhadap ketidakpastian itu.

Nah, dalam artikel ini, penulis mencoba mengulas dua cara untuk menghindarkan diri dari terjerumus fundamentalisme dan terorisme.

Semoga, artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Sekarang, yuk, langsung saja kita simak uraian lengkapnya berikut ini.

Merubah Persepsi

Karena akar penyebab terorisme dan fundamentalisme adalah kecemasan terhadap ketidakpastian hidup, maka cara untuk menghindarkan diri dari tindakan itu, salah satunya yaitu dengan merubah sudut pandang kita mengenai ketidakpastian hidup.

Bill Knaus, seorang psikolog yang juga seorang penulis, dalam artikel yang berjudul Uncertainty, Anxiety, Indecision, and Procrastination, yang termuat dalam situs psychologytoday menjelaskan bahwa kita dapat mendekati/menyikapi ketidakpastian hidup dengan dua cara, yakni menyikapinya sebagai ancaman. Atau, kita bisa juga menyikapinya sebagai tantangan.

Menyikapi ketidakpastian hidup sebagai ancaman senantiasa memunculkan kecemasan terhadap masa depan. Sementara itu, menyikapi ketidakpastian hidup sebagai tantangan niscaya memunculkan optimisme dan antusiasme dalam diri kita.

Oleh karena itu, untuk menghindarkan diri dari tindakan teror lantaran cemas akan ketidakpastian hidup, kita perlu merubah persepsi kita mengenai ketidakpastian hidup. Sikapilah ketidakpastian hidup sebagai sebuah tantangan yang mendorong kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Setidaknya, ada 2 cara memandang ketidakpastian hidup sebagai tantangan, di mana cara-cara ini dapat menghindarkan diri kita dari tindakan teror dan fundamentalisme.

1. Semua orang menghadapi ketidakpastian hidup

Teror dan fundamentalisme terjadi lantaran kita memandang hanya kitalah yang mengalami ancaman ketidakpastian hidup. Sementara itu, ada kelompok lain yang tidak mengalami ancaman itu.

Dengan pandangan seperti di atas, kita melihat orang/kelompok lain sebagai penyebab ketidakpastian hidup kita, yang pada ujungnya mendorong kita untuk melakukan tindakan-tindakan teror melawan kelompok itu.

Tetapi, apakah benar ketidakpastian hidup hanya mengancam kita saja?

Mungkin, saat ini orang lain hidup mapan dengan pensiun terjamin. Tetapi, siapa yang dapat menjaminnya selamat dari bencana atau penyakit yang mematikan?

Tidak ada yang dapat menjamin manusia selamat dari ancaman bencana global warming. Tidak ada pula yang mampu menjamin manusia selamat dari anacaman bencana akibat bumi dan asteroid bertabrakan.

Padahal, bencana-bencana seperti itu senantiasa mengincar kita. Dan, bukan hanya kita saja yang menjadi incaran, melainkan seluruh umat manusia.

Jadi, kita tidak perlu mencemaskan ketidakpastian hidup. Ketidakpastian hidup merupakan keadaan yang tidak bisa dihindari oleh umat manusia. Ketidakpastian hidup adalah intrinsik dalam kehidupan umat manusia. Sejak zaman purba hingga zaman sekarang, antagonisme alam silih berganti mengancam kehidupan umat manusia. Yang bisa kita lakukan adalah bertahan semampu kita.

2. Sumber kehidupan dan kreativitas

Pernahkah Anda membaca tesis yang berjudul “The End of History and the Last Man” yang ditulis oleh Francis Fukuyama, seorang ilmuan politik dan ekonom asal Amerika Serikat? Atau, paling tidak, pernahkah Anda mendengar desas-desus tentang tesis itu atau mendengar istilah “akhir sejarah”?

Secara ringkas, tesis itu menjelaskan bahwa sekarang ini, zaman kapitalisme global, merupakan zaman “akhir sejarah”. Ini artinya, sekarang ini, semua perjuangan telah berakhir. Perjuangan umat manusia (menuju kehidupan yang lebih baik) telah menemukan kesempurnaannya, dan dengan demikian, ke depannya, sudah tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan.

Penulis belum membaca tesis itu hingga selesai. Tetapi, ketika mendengar ungkapan “akhir sejarah”, bahwa perjuangan umat manusia telah berakhir, sangat mengusik batin penulis. Timbul rasa berdigik di dalam batin penulis ketika mendengar ungkapan itu.

Mengapa? Saat mendengar ungkapan itu, seketika timbul di dalam benak penulis bayangan tentang akhir sejarah, di mana benar-benar sudah tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan; Sudah tidak ada lagi yang perlu didiskusikan, ditulis, dan diperdebatkan; Sudah tidak ada lagi misteri yang perlu digali di dunia ini; Manusia telah mengungkap semua misteri kehidupan.

Sungguh membosankan! Yup! Membosankan! Betapa tidak? Sudah tidak ada misteri yang perlu digali sama artinya sudah tidak ada lagi yang perlu dipelajari.

Dari gambaran di atas mengenai “akhir sejarah”, kita tahu bahwa “akhir sejarah” sama artinya dengan berhentinya gerak kehidupan manusia. Manusia disebut mengalami hidup manakala ia bergerak. Sementara itu, gerak terjadi manakala ada pertentangan/masalah yang perlu diselesaikan.

Bagaimana jadinya jika semua masalah telah terselesaikan? Maka hidup pun berhenti bergerak. Dan, saat hidup berhenti bergerak, saat itu pula hidup disebut mati.

Nah, kepastian (certainty) merupakan konsekuensi dari “akhir sejarah”. Saat kita tiba pada masa “akhir sejarah”, kehidupan manusia penuh dengan kepastian. Tidak ada lagi masalah yang perlu dipecahkan, tidak ada lagi pertentangan yang perlu diperjuangkan. Kita tinggal menjalani hidup kita dengan tenang.

Tetapi, bagaimana kita menjalani hidup saat semua masalah telah terpecahkan? Tentu saja, hidup kita akan stag. Tidak ada lagi kemajuan yang bisa dicapai. Dan, saat sudah tidak ada lagi kemajuan hidup yang dapat dicapai, saat itulah kita merasa hidup kita membosankan!

Jadi, kepastian identik dengan stagnasi. Kepastian sangat erat hubungannya berhentinya gerak. Kepastian identik dengan habisnya kreativitas umat manusia.

Dan, jika kita memandang ketidakpastian (uncertainty) sebagai lawan dari kepastian (certainty), maka ketidakpastian erat kaitannya dengan gerak; Ketidakpastian merupakan sumber kreativitas.

Nah, setelah membaca uraian di atas mengenai apa itu kepastian dan ketidakpastian, masihkah Anda cemas terhadap ketidakpastian hidup? Apakah sekarang Anda merasa tertantang dengan ketidakpastian hidup?
Tindakan Sia-sia

Cara yang kedua untuk menghindarkan diri dari terjerumus terorisme dan fundamentalisme yaitu mempertimbangkan apakah tindakan teror dan fundamentalisme memiliki manfaat atau tidak.

Kita telah menyaksikan bahwa aksi teror tidaklah memiliki signifikansi. Aksi teror, paling mentok, hanya dapat melukai individu-individu yang tidak memiliki power dan pengaruh terhadap kebijakan ekonomi dan politik. Aksi teror tidak menyasar pada akar permasalahan sesungguhnya.

Dan, karena tidak menyasar pada akar masalah sesungguhnya, aksi teror tidak dapat merubah keadaan. Waktu telah membuktikan kenyataan ini: Sejak aksi teror mencuat, ketidakpastian hidup, krisis ekonomi, merosotnya kesejahteraan hidup tidak lantas teratasi. Aksi teror justru semakin memperparah keadaan. Singkatnya, terorisme dan fundamentalisme hanyalah tindakan yang sia-sia.

Seseorang bergabung dengan kelompok terorisme dan fundamentalisme bukan karena tuntutan agama. Tidak ada agama yang mengajarkan tindakan-tindakan teror. Agama bukanlah dasar seseorang berbuat aksi teror dan fundamentalisme. Seseorang menjadi teroris atau fundamentalis karena ia memendam ketakutan terhadap masa depan yang penuh ketidakpastian.

Untuk itu, untuk menghindarkan diri dari terjerumus terorisme dilakukan dengan merubah persepsi mengenai ketidakpastian hidup. Atau, jika tidak, dengan mempertimbangkan apakah tindakan teror memberikan manfaat atau tidak.

Sumber : http://aquariuslearning.co.id

Bagaimana Menghargai Orang Negatif Dalam Hidup Anda ?

Bagaimana Menghargai Orang Negatif Dalam Hidup Anda ?
Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. -  Setiap orang tidak bisa lepas dari kontak sosial. Dari sekian banyak teman yang dimiliki, pasti mereka pernah memiliki orang negatif dalam hidupnya. Maksudnya orang-orang yang menyebalkan, orang yang membuat emosi mereka mudah meledak, memberikan pengaruh buruk bahkan menjadi sumber dari setiap masalah yang ada.

Menjalin hubungan dengan mereka bagaikan berjalan di di tengah gurun pasir. Yang membuat kondisi emosi dan kesehatan Anda menjadi buruk. Memutuskan kontak bahkan hubungan dengan mereka adalah salah satu cara kebanyakan orang gunakan untuk menghentikan jalur “masalah” yang sering dihadapi. Tidak jarang, beberapa orang bahkan melakukan tindakan anarkis karena tidak bisa menahan diri.

Dari sekian cara di atas, tentu akan sangat merugikan bagi kedua belah pihak. Anda dan mereka. Cara ini tidaklah selamanya efektif dalam menyelesaikan masalah yang ada. Jika Anda tidak bisa lepas dari orang-orang negatif ini, menghargai dan menerima mereka adalah cara yang paling bijaksana. Di mana Anda meningkatkan kesadaran diri sendiri.

Kesadaran ini akan membuat Anda bisa menerima dan menghargai mereka secara tulus. Bukan hanya itu, Anda juga memperlakukan diri Anda secara lebih bijaksana.

Lalu bagimana Anda bisa menghargai mereka kalau mereka selalu membawa masalah ke dalam hidup Anda?

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ingat tentang orang-orang negatif di sekeliling Anda:

1. Ingat Bahwa Andalah Yang Memegang Kendali Atas Hidup Anda
Andalah yang memegang kendali hidup Anda. Bukan orang lain di luar diri Anda. Apapun yang mereka ucapkan dan lakukan kepada Anda, Anda bisa memilih untuk terbawa oleh ucapan mereka atau tidak. Inilah hal pertama yang perlu Anda ingat dan pegang dalam hidup.

Kebanyakan orang lepas kontrol atas kejadian kecil yang mereka hadapi. Hal yang tidak seharusnya menjadi masalah bisa menjadi masalah besar yang harus melibatkan pihak-pihak lain yang terkait.

Mengabaikan poin pertama ini, membuat orang mudah mencari kambing hitam atas apa yang terjadi. Mereka menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidup mereka. Dengan menjadikan ini sebagai pegangan dalam bersosialisasi akan membuat Anda menjadi lebih tenang dalam memberi respon kepada situasi dan orang lain.

2. Ingat Bahwa Bukan Pekerjaan Anda Untuk Menyukai Semua Orang

Anda harus ingat bahwa setiap orang memiliki kebebasan yang sama dalam bertindak. Itulah yang membedakan satu orang dengan orang lainnya.

Tidak seharunya juga Anda menyukai semua orang yang ada di sekitar Anda. Anda bebas memilih apakah harus menyukai orang ini atau itu. Dengan begitu Anda bisa menjadi lebih bebas memberikan penilaian pada orang negatif yang ada di sekitar Anda.

Jangan juga jadikan alasan ini untuk membencinya karena tidak menyukainya. Suka atau tidak, tidaklah bijak jika harus meletakkan emosi negatif di atasnya. Anda perlu bersikap netral dalam menilai dan merespon orang negatif si sekitar Anda.

Seberapa besarpun Anda tidak menyukai mereka, Anda sendang menarik mereka ke dalam hidup Anda. Ini sesuai dengan The Low of Attraction yang menyatakan bahwa Anda adalah sebuah magnet hidup yang menarik ke dalam hidup Anda orang-orang atau situasi yang serasi dengan pemikiran dominan Anda.

Mereka menjadi cerminan atas hidup Anda. Mereka menunjukkan kekurangan, kelemahan yang ada pada diri Anda sendiri. Ini adalah kabar baik untuk Anda. Dengan begitu Anda mengetahui hal buruk apa yang perlu Anda ubah dalam hidup Anda. Ini justru satu perbaikan untuk diri Anda.

Dengan Anda memperbaiki diri, mengubah kebiasaan buruk Anda, mereka juga bisa bersikap dan merespon Anda secara berbeda. Ini justru akan meningkatkan kualitas hidup Anda.

4. Ingat Untuk Mencari Akar Masalah

Seperti apapun mereka memperlakukan Anda, lihatlah terlebih dahulu alasan mengapa ia melakukan hal tersebut pada Anda. Apakah memang Anda memperlakukan mereka secara tidak adil atau memang tidak ada masalah sama sekali.

Jika memang Anda salah, akuilah kesalahan Anda secara terbuka. Berjiwa besarlah dengan meminta maaf kepada mereka. Merendahkan hati dengan meminta maaf adalah satu tindakan bijaksana yang tidak banyak orang berani lakukan. Satu hal penting, Anda jangan mengulangi tindakan sama di masa depan.

Jika memang akar masalahnya tidak berkaitan dengan Anda tetapi ia memperlakukan Anda secara tidak baik, sadarilah bahwa mereka sedang berada pada posisi yang sangat sulit. Kondisi yang sedang mengancam kehidupan mereka yang membuat mereka bertindak secara berbeda.

Dengan mengetahui akar masalah dari tindakan orang negatif ini akan membuat Anda menjadi lebih kasihan kepada mereka. Anda mengerti mengapa mereka bertindak seperti itu. Anda memahami dan bisa merasakan perasaan mereka. Cara ini akan mempermudah Anda menghargai mereka secara tulus.

5. Ingat Bahwa Mereka Sedang Mengajarkan Anda Nilai Hal Baik Dan Buruk

Apapun yang dilakukan oleh orang negatif adalah satu bentuk pelajaran yang harus Anda hargai. Mereka sedang mengajarkan nilai baik dan buruk secara tidak langsung. Jadi Anda tidak perlu mendengar orang menasehati Anda atas kekurangan Anda. Belajlah langsung kepada mereka.

Yang perlu Anda lakukan hanya meluaskan pikiran Anda, melihat lebih luas tindakan orang negatif ini.

Anda bisa belajar tentang menghargai orang lain karena mereka tidak menghargai orang lain, belajar sabar karena mereka terlalu tergesa-gesa, belajar menjadi pemimpin baik karena mereka sifat arogan mereka, dan pelajaran hidup lainya yang bisa diterapkan dalam hidup Anda sendiri.

6. Ingat Untuk Membuat Batasan

Buatlah batasan yang jelas dengan mereka. Membuat batasan tidak berarti memutuskan kontak atau hubungan begitu saja. Membuat batasan berarti Anda membuat aturan sendiri akan hal yang bisa dilakukan secara bersama-sama dalam waktu tertentu.

Ini bertujuan agar Anda terhindar dari pengaruh negatif yang mereka tunjukkan secara langsung. Ini penting agar Anda tidak membawa beban emosi ke dalam rumah Anda. Lingkungan memberikan pengaruh besar terhadap seseorang.

Orang yang berada pada lingkungn yang positif dan mendukung kebanyakan memiliki nilai, sifat dan karakter yang sama. Begitu juga sebaliknya. Itulah mengapa membuat batasan agar nilai, sifat dan karakter mereka tidak tumbuh subur pada diri Anda.

7. Ingat Untuk Fokus Pada Kesamaan

Jika Anda tidak bisa lepas dari orang negatif, disebabkan karena pekerjaan atau proyek penting. Lihatlah kesamaan yang ada pada Anda dan dia. Kegiatan, hobi atau aktivitas apa yang dia sukai. Begitu juga dengan Anda.

Jadi setiap akan bertemu, Anda tidak harus mendengarkan ocehanya tentang orang lain yang membuat Anda kesal sendiri. Berbicaralah mengenai kesamaan kalian. Setiap akan keluarnya bahasa yang tidak menyenangkan, cobalah membicarakan kesamaan kalian.

8. Ingat Untuk Fokus Pada Hal Baik Yang Mereka Miliki


Jika Anda tidak menyukai mereka, cobalah untuk melihat hal baik pada diri mereka. Lebih baik Anda berfokus pada sisi baik yang mereka miliki.

Ini bisa digunakan sebagai mantra saat akan berhubungan dengan mereka. Memberikan Pujian akan hal baik ini. Dengan tindakan kecil ini, bisa saja akan membantu hubungan Anda mejadi lebih baik dengan mereka. Terkadang saat kita memuji kelebihan atau kebaikan orang akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan iapun membalas perlakuan baik yang kita berikan.

Mulai sekarang cobalah fokus kepada hal baik atau kelebihan orang negatif di sekeliling Anda. Kemudian berikan pujian tulus akan kebaikan tersebut.

9. Ingat Untuk Memberi Kasih Sayang

Tugas kitalah memberikan penghargaan pada semua orang. Tidak terkecuali kepada orang negatif. Meskipun terkadang akan terasa sangat sulit karena telah tercampur emosi negatif, belajarlah memberi.

Anda tidak harus mengungkapkanya secara terbuka kepada mereka. Anda bisa melakukanya tanpa harus menjelekkan diri mereka kepada orang baru yang Anda kenal. Tidak membongkar aib atau rahasia mereka kepada teman yang belum tahu. Bersikap biasalah saat bertemu. Anda tidak perlu menghindar atau menunjukkan bahasa tubuh yang kurang baik karena alasan lain.

Dengan Anda bersikap baik pada mereka, cepat atau lambat, mereka juga akan menunjukkan hal yang sama terhadap Anda. Ini sesuai dengan hukum Tabur Tuai, apa yang Anda tanam itu yang Anda tuai. Apa yang Anda berikan kepada kehidupan Anda akan menerimanya kembali ke hidup sesuai takarnya.

Sumber : http://aquariuslearning.co.id/

Jika Bisa Terbang, Mengapa Harus Berjalan?

Jika Bisa Terbang, Mengapa Harus Berjalan?
Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. -  Alkisah, ada seorang raja yang menerima hadiah dari Arab berupa dua elang falcon yang terlihat gagah. Elang ini termasuk jenis peregrine falcon (alap-alap kawah), merupakan burung paling indah yang pernah dilihat sang raja. Dia memberikan kedua burung berharga itu pada kepala pengurus elang falcon-nya untuk dilatih.

Hari demi hari pun berlalu, dan suatu waktu kepala pengurus itu memberi tahu raja kondisi perkembangan kedua alap-alap kawah itu. Meski salah satunya mampu terbang tinggi dengan gagahnya, yang lainnya tidak bergerak sedikit pun dari batang pohon sejak hari pertama dia tiba di istana.

Sang raja pun memanggil tabib dan para ahli lainnya dari penjuru negeri untuk merawat burung elang falcon ini, tapi tidak satu pun dari mereka yang berhasil membuat burung itu terbang. Akhirnya raja menyerahkan tugas ini kepada pejabat istananya.

Keesokan harinya, sang raja melihat lewat jendela istananya bahwa burung itu belum juga berpindah dari tempatnya bertengger. Merasa sudah melakukan semua cara, sang raja berpikir keras mencari cara lain, “Mungkin aku perlu seseorang yang lebih mengenali daerah pedesaan untuk memahami sifat dari persoalan ini.” Maka, sang raja segera memerintahkan pengawalnya. “Cepat panggil seorang petani!”

Esok paginya, sang raja merasa gembira melihat elang falcon itu sudah terbang tinggi di atas taman istana. Katanya kepada pengawas istana, “Panggil petani yang membuat keajaiban ini.”

Si pengawas segera menemukan petani itu, yang akhirnya menghadap sang raja. Sang raja bertanya padanya, “Bagaimana kau bisa membuat elang itu terbang?”

Dengan kepala tertunduk, petani itu menjawab, “Sangat mudah, Yang Mulia. Saya sekadar memotong ranting pohon tempat burung itu bertengger.”

Sumber : http://www.andriewongso.com/

Tiada Hasil Tanpa Kerja Keras

Tiada Hasil Tanpa Kerja Keras
Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. - Dahulu kala di daratan Tiongkok, ada seorang bocah bernama Djang Liang. Ia adalah seorang anak yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang luhur. Meski begitu, Djang Liang punya kelemahan. Karena merasa dirinya pintar dan mudah menyerap pelajaran, ia jadi anak yang cenderung pemalas. Hampir tiap hari, ia datang terlambat ke sekolahnya.

Suatu kali, ketika berjalan santai menuju sekolahnya, Djang bertemu dengan seorang kakek tua di sebuah pinggir jembatan. Ia melihat salah satu sepatu kakek itu nyaris tercebur ke dalam sungai kecil di bawah jembatan. Spontan, ia pun mengambilkan sepatu tersebut dan memakaikannya kembali pada si kakek.

Kakek itu tersenyum melihat kepedulian Djang. Maka, beliau mengatakan pada Djang, bahwa dirinya akan memberikan hadiah yang dapat mengubah hidup Djang. Syaratnya, Djang harus datang lebih pagi dari si kakek ke tempat tersebut.

Djang yang memang bercita-cita jadi orang sukses pun menyanggupi pesan si kakek. Keesokan harinya, Djang datang lebih pagi guna menagih janji si kakek. Namun ternyata, kakek itu sudah berada di sana mendahului kedatangan Djang. Karena dianggap terlambat, Djang mendapat wejangan banyak hal agar tidak bermalas-malasan. Ia juga tak mendapat hadiah karena belum memenuhi syarat yang diminta si kakek. Djang lantas berjanji, esoknya akan datang lebih pagi.

Esoknya, Djang memang datang jauh lebih pagi. Ia menyangka, pasti dirinya kali itu akan berhasil mendapat hadiah dari si kakek. Tapi, ia sangat kaget, ternyata si kakek sudah datang saat fajar. Akibatnya, Djang kembali dapat wejangan, dan belum berhasil mendapat hadiah seperti yang diharapkan.

Kesal bercampur penasaran, di hari ketiga, Djang pun bertekad datang jauh lebih pagi. Bahkan, ia sudah bersiap-siap sejak makan malam, untuk datang ke lokasi tersebut. Ia pun menyiapkan bekal dan perlengkapan agar bisa tidur di tempat tersebut, sehingga bisa mendahului si kakek.

Benar, saat datang di malam buta, si kakek belum ada. Ia pun senang, berhasil mendahului kakek. Hingga, tiba-tiba, di pagi hari, si kakek membangunkan dirinya. Si kakek tersenyum puas. “Inilah hadiah yang akan kuberikan sebagai bekal hidupmu kelak. Kau sudah membuktikan, dirimu punya kekuatan tekad yang luar biasa, hingga mengalahkan rasa malasmu. Demi tujuan mendapat hadiah, kamu berani berkorban untuk datang lebih pagi. Jaga sikapmu ini, belajarlah lebih rajin, datanglah lebih awal, bergeraklah lebih cepat, maka akan ada banyak peluang yang bisa diraih untuk masa depanmu,” seru sang kakek bijak.

Djang mengangguk mengerti dan berterima kasih kepada si kakek. Hari itu, ia mendapat “hadiah” hidup dari si kakek. Ia berjanji, akan menuruti nasihat tersebut. Sejak saat itu, DjangLiang akhirnya berhasil meraih lebih banyak prestasi yang luar biasa. Hingga, di usia dewasanya, ia diangkat menjadi panglima di kerajaan.

Sumber : http://www.andriewongso.com

Apa yang Mendorong Motivasi Kerja

Apa yang Mendorong Motivasi Kerja
Lembaga Training Jawa Tengah | Trustco Jateng , training dan outbound. semarang, jawa tengah, 0248412467, 085640750440. -  Motivasi kerja dari luar bergantung pada perilaku tipe X atau Eksternal. Tipe X didasari lebih pada kehendak luar daripada kehendak dari dalam diri. Ia menggambarkan dirinya kurang melekat dengan kepuasan dari aktivitas yang dilakukan dan lebih mengharapkan penghargaan yang dibawa oleh aktivitas itu.

Motivasi Internal membutuhkan tipe I – yang didasari dari dorongan intrinsik daripada dorongan ekstrinsik. Ia menggambarkan dirinya kurang melekat pada penghargaan yang ada dalam sebuah aktivitas dan lebih melekat pada kepuasan dari aktivitas itu sendiri. Perilaku tipe X berpusat pada dorongan kedua. Perilaku tipe I berpusat pada dorongan ketiga.

Tipe I tidak dilahirkan, tapi ia bisa dicapai dengan melatih diri. Pola perilaku ini bukanlah sifat bawaan. Sifat-sifat ini cenderung muncul dari situasi, pengalaman dan konteks tertentu. Perilaku tipe I, karena ia muncul dari dorongan kebutuhan universal manusia, ia tidak bergantung usia, gender, atau kebangsaan. Ketika seseorang belajar dan mempraktikkan sikap yang fundamental ini – dan bisa diterapkan dalam lingkungan yang mendukung – motivasinya, kinerjanya meningkat.

Setiap tipe X bisa menjadi tipe I.

Tipe I pada akhirnya selalu mengalahkan tipe X. Orang yang termotivasi dari dalam selalu mencapai lebih banyak dari pada orang yang terus mencari penghargaan. Fokus yang tinggi dari orang yang mengejar penghargaan memang bisa membawakan hasil yang cepat. Masalahnya, pendekatan ini sulit bertahan lama. Dan sikap ini juga tidak mendukung mastery – yang mana ini adalah kunci sukses jangka panjang.

Orang sukses bekerja keras dan bertahan melewati tantangan dan kesulitan karena dorongan dari dalam mengendalikan kehidupan mereka, mempelajari tentang dunia mereka, dan mencapai sesuatu yang tahan lama.

Perilaku tipe I tidak meremehkan uang atau penghargaan. Kedua tipe ini peduli pada uang. Jika perusahaan tidak membayar angka yang cukup baginya, tidak peduli ia adalah tipe I atau X, motivasinya akan menurun. Namun, ketika kompensasinya sudah memenuhi tingkat tertentu, orang tipe I dan X akan berperilaku berbeda. Tipe I tidak menolak kenaikan gaji.

Namun satu alasan bayarannya perlu sesuai dan adil adalah hal penting sehingga mereka bisa mengesampingkan masalah uang dan fokus pada kinerja mereka. Sebaliknya, X akan selalu membicarakan uang. I lebih senang dikenal karena hasil pekerjaan mereka. Sedangkan X mencari penghargaan bukanlah gol-nya.

Perilaku tipe I adalah sumber daya yang selalu terperbaharui. Bayangkan tipe X adalah bahan bakar batubara. Dan tipe I adalah sinar matahari. Batubara itu murah, mudah didapat, dan paling efisien. Tapi batubara ada dua kelemahan, ia menimbulkan asap hitam dan polusi; dan kedua, ia terbatas; menjadikannya semakin mahal setiap tahun. Penghargaan “Jika – maka” harus meningkat setiap tahun.

Tipe I seperti cahaya matahari. Dibangun dari motivasi internal, menarik energi yang mudah diisi kembali dan hanya menimbulkan sedikit masalah. Motivasinya adalah energi murni: tidak mahal, aman untuk digunakan, dan bisa diperbarui tanpa batas.

Perilaku tipe I mendorong kesejahteraan fisik dan mental yang lebih baik. Berdasarkan penelitian, orang yang berorientasi kepada otonomi, dan motivasi intrinsik memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, relasi interpersonal yang lebih baik, dan secara keseluruhan kesejahteraan yang lebih baik dari tipe X.

Sumber : http://aquariuslearning.co.id/

Tentang kami

TRUSTCO adalah lembaga profesional yang bergerak di bidang pengembangan SDM sejak tahun 2002. Menyelenggarakan berbagai pelatihan Motivasi pengembangan diri, organisasi, dan pengembangan profesional. Melayani inhouse training, outbound, dan bootcamp. Menyesuaikan kebutuhan instansi dan perusahaan Anda.

Kontak Kami

Kantor
Jl. Dewi Sartika III/40
Kota Semarang, Jawa Tengah

Telepon

Kantor (024) 8412467
HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman

Email
trustco_jateng@yahoo.com